Pesantren Persatuan Islam 87 Pangatikan menyelenggarakan acara Pelantikan Rijalul Ghad (RG) dan Ummahatul Ghad (UG) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, serta dihadiri oleh para asatidz, seluruh santri Pesantren Persis 87 Pangatikan, dan santri tamu undangan dari berbagai pesantren terdekat.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, secara resmi dikukuhkan jajaran pengurus RG dan UG periode terbaru. Adapun kepengurusan yang dilantik yaitu Ketua RG Rusdi Januari dengan Wakil Ketua M. Rafikri Al-Ghifari, serta Ketua UG Mirna Putri Aprillia dengan Wakil Ketua Najwa Azzahra. Pengukuhan ini menjadi tonggak awal bagi para pengurus untuk mengemban amanah organisasi santri dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Pelantikan RG dan UG merupakan bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan santri di lingkungan Pesantren Persis 87 Pangatikan. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai kejam’iyahan Persatuan Islam, sekaligus sarana latihan berorganisasi bagi para santri.
Pada akhir rangkaian acara, disampaikan taushiyah oleh Mudirul ‘Am Pesantren Persis 87 Pangatikan, Al-Ustadz Osid, S.Pd.I. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kepemimpinan yang amanah serta kekompakan dalam berorganisasi. Menurut beliau, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemimpinnya, tetapi juga oleh soliditas dan kebersamaan seluruh anggotanya.
Beliau juga berpesan agar para pengurus RG dan UG mampu menjadi teladan bagi santri lainnya, menjaga komunikasi, serta menumbuhkan semangat saling mendukung dalam menjalankan setiap program organisasi. Dengan kepemimpinan yang kuat dan kekompakan yang terjaga, organisasi santri akan mampu melahirkan generasi yang siap mengabdi untuk agama, umat, dan jam’iyah.
Melalui pelantikan ini, Pesantren Persis 87 Pangatikan berharap RG dan UG dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan serta pembentukan santri yang berakhlak, berilmu, dan berjiwa organisatoris.