Rangkaian kegiatan Program Latihan Khidmat Jam’iyah (PLKJ) santri Pesantren Persatuan Islam (PPI) 87 Pangatikan resmi ditutup melalui acara penutupan sekaligus serah terima kembali santri PLKJ dari PC Persis Cikijing kepada pihak pesantren. Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian santri di tengah masyarakat Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

Kegiatan penutupan berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan, dihadiri oleh jajaran pengurus PC Persis Cikijing, para asatidz pembimbing, serta perwakilan dari Pesantren PPI 87 Pangatikan. Momen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan evaluasi atas seluruh rangkaian kegiatan PLKJ yang telah dilaksanakan.

Dalam sambutan pihak PC Persis Cikijing, disampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pesantren Persatuan Islam 87 Pangatikan atas kepercayaan yang telah diberikan dengan menempatkan santri PLKJ di wilayah Cikijing. Selama masa pengabdian, para santri dinilai telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan kejam’iyahan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan, serta mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat.

Selanjutnya, dilaksanakan prosesi serah terima kembali santri PLKJ dari PC Persis Cikijing kepada pihak Pesantren Perstuan Islam 87 Pangatikan sebagai simbol selesainya amanah pengabdian. Pihak pesantren menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PC Persis Cikijing serta seluruh masyarakat yang telah menerima, membimbing, dan mendampingi para santri selama menjalankan PLKJ.

Acara penutupan ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi para santri untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman pengabdian yang telah dilalui. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan, memperkuat mental, serta menumbuhkan semangat khidmat dan kepekaan sosial sebagai bekal dalam melanjutkan proses pendidikan di pesantren.

Dengan berakhirnya kegiatan PLKJ ini, PPI 87 Pangatikan berharap sinergi dan ukhuwah antara pesantren dan PC Persis Cikijing dapat terus terjalin, serta pengalaman PLKJ menjadi bagian penting dalam membentuk santri yang siap mengabdi untuk agama, umat, dan jam’iyah.