Setiap hari Sabtu pagi, suasana Pesantren Persis 87 Pangatikan selalu dipenuhi nuansa khidmat. Para santri berkumpul dengan rapi, membentuk majelis ilmu yang menjadi rutinitas penuh makna: kegiatan bai’at. Kegiatan ini bukan sekadar agenda mingguan, tetapi sebuah momen penyegaran ruhiyah dan penguatan komitmen seorang santri dalam menempuh jalan ilmu.

Kegiatan bai’at ini diisi secara langsung oleh Mudir Mu’allimin, Ustadz Iwan Mulyana. Dalam setiap penyampaiannya, beliau selalu mengajak para santri untuk kembali memahami fondasi utama sebagai seorang muslim dan penuntut ilmu.

Pada kesempatan bai’at kali ini, Ustadz Iwan menyampaikan materi penting yang menjadi inti perjalanan hidup seorang insan. Beliau menegaskan bahwa dalam kehidupan ini terdapat tiga pilar utama yang wajib dimiliki setiap manusia, yaitu:

  1. Iman; Menjadi pondasi spiritual yang menguatkan hati, menuntun langkah, dan menjaga seorang hamba dari kesesatan.
  2. Islam; Menjadi pedoman amal dan ketaatan, yang mengatur aktivitas manusia agar berjalan pada jalan lurus sesuai tuntunan syariat.
  3. Ihsan; Menjadi puncak kualitas hidup, yakni beribadah seolah-olah melihat Allah, menjadikan setiap amal penuh ketulusan dan kesungguhan.

Ustadz Iwan mengingatkan bahwa tiga pilar ini adalah bekal utama, bekal yang akan membantu seseorang menghadapi kerasnya ujian hidup, perubahan zaman, serta tantangan akhir zaman yang semakin berat.

Dalam proses pendidikan yang berlangsung, Pesantren Persis 87 berkomitmen untuk memastikan para santri tidak hanya memahami tiga pilar tersebut, tetapi juga menguatkannya dalam diri. Pesantren ingin setiap santri tumbuh menjadi pribadi yang kokoh iman, lurus Islamnya, dan indah akhlaknya—sehingga kelak mampu menjadi cahaya di tengah masyarakat.

Rutinitas bai’at ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu bukan hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk kekuatan ruhiyah dan karakter. Dan setiap Sabtu pagi, para santri kembali diteguhkan: bahwa mereka sedang ditempa untuk menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan, dengan Iman, Islam, dan Ihsan sebagai pijakan yang tak tergoyahkan.