Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, para santri dari Pesantren turut menghadiri acara upacara peringatan Sumpah Pemuda tingkat Kecamatan Pangatikan yang digelar dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum refleksi bagi generasi muda tentang arti persatuan dan tanggung jawab mereka terhadap bangsa.
Acara berlangsung di lapangan Kecamatan Pangatikan dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari para pelajar SMA/SMK/MA, organisasi kepemudaan dan ormas Islam, hingga perwakilan dari instansi pemerintahan kecamatan. Kehadiran beragam kalangan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang diwariskan oleh para pemuda pendiri bangsa tahun 1928.
Para santri tampil rapi dengan atribut pesantren, menunjukkan wajah Islam yang cinta tanah air dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan antusias, mulai dari upacara pengibaran bendera, hingga pembacaan teks Sumpah Pemuda.
Melalui keikutsertaan ini, para santri diharapkan semakin memahami bahwa menjadi pemuda bukan hanya soal usia, tetapi tentang semangat bergerak dan bersatu dalam kebaikan untuk kemajuan Indonesia. Sejalan dengan tema kegiatan, santri dan seluruh peserta diajak untuk meneguhkan kembali semangat kolaborasi, menguatkan persaudaraan lintas lembaga, serta memperkokoh komitmen kebangsaan di tengah tantangan zaman.
Upacara Sumpah Pemuda di Kecamatan Pangatikan tahun ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan tidak pernah pudar. Pemuda, santri, siswa, dan masyarakat bersatu dalam tekad yang sama: menjadi generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.