Pada tanggal 17 November 2025, para santri Pesantren Persis 87 Pangatikan turut berpartisipasi dalam kegiatan MASTER (Manasik Santri Persis) tingkat Kabupaten Garut. Acara besar ini diselenggarakan oleh Bidgar Bimbingan Haji dan Umrah PD Persis Garut, dan berlangsung di kawasan SOR Ciateul, sebuah lokasi yang menjadi saksi penyatuan ribuan santri Persis dari seluruh penjuru Garut.

Sejak pagi, area SOR Ciateul dipenuhi oleh semangat dan keceriaan para santri yang hadir. Dengan pakaian seragam serba putih-putih dan sikap tertib, para santri dari berbagai pesantren Persis berkumpul untuk mengikuti simulasi ibadah manasik secara terpadu. Kegiatan MASTER ini dirancang sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melatih santri dalam memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah dengan benar sesuai tuntunan sunnah.

Acara ini semakin istimewa karena turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Garut. Kehadiran beliau menjadi bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran pesantren dalam pendidikan karakter serta pembinaan spiritual generasi muda. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya membekali santri dengan pengetahuan praktis seputar ibadah haji dan umrah sebagai bekal hidup mereka di masa depan.

Bagi santri Pesantren Persis 87, kegiatan ini merupakan pengalaman berharga. Mereka tidak hanya belajar tentang rukun dan tata cara manasik, tetapi juga mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan santri dari berbagai pesantren lain, memperluas wawasan serta mempererat ukhuwah antar sesama pelajar Persis se-Garut.

MASTER 2025 menjadi bukti bahwa pembinaan santri tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi melalui kegiatan nyata yang membentuk kedisiplinan, kekompakan, dan pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Dengan penuh antusias, para santri Persis 87 mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir, meninggalkan kesan yang kuat dan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dalam ibadah dan akhlak.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi santri yang memahami agama secara menyeluruh—bukan hanya ilmu, tetapi juga praktik, pengalaman, dan penghayatannya.