Semangat merah putih tampak membara di lapangan Kecamatan Pangatikan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2025). Dalam momen bersejarah itu, santri Pesantren Persis 87 Pangatikan turut berpartisipasi sebagai petugas upacara yang bertugas dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.

salah satu santri tampil dengan seragam rapi, langkah tegap, dan disiplin tinggi. Ia terlibat langsung dalam formasi penting seperti pengibar bendera, pembawa naskah Proklamasi, dirigen, serta pasukan upacara. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme dan kepemimpinan yang kuat.

Pimpinan Pesantren Persis 87 Pangatikan menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan santrinya dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan santri sebagai petugas upacara merupakan bentuk nyata dari pendidikan karakter yang diterapkan di pesantren — menggabungkan nilai keagamaan, kedisiplinan, dan cinta tanah air. “Santri harus paham bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dengan menjadi petugas upacara, mereka belajar bertanggung jawab, menghargai perjuangan pahlawan, dan meneladani semangat nasionalisme dalam bingkai keislaman,” tuturnya.

Partisipasi santri Pesantren Persis 87 Pangatikan dalam upacara kemerdekaan ini menjadi pengingat bahwa pesantren memiliki peran besar dalam membentuk generasi muda yang religius sekaligus nasionalis. Nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, dan kebersamaan yang ditanamkan di pesantren menjadikan santri siap berkontribusi untuk masyarakat dan negara.

“Bertugas dalam upacara ini membuat saya bangga dan terharu. Ini bukan sekadar mengibarkan bendera, tapi juga menghormati perjuangan para pahlawan,” ujar salah satu santri petugas upacara dengan mata berbinar.

Upacara 17 Agustus 2025 di Kecamatan Pangatikan pun menjadi momen bersejarah bagi Pesantren Persis 87 Pangatikan. Dengan langkah tegap dan semangat cinta tanah air, para santri telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan dan penerus perjuangan para pendiri bangsa.