Semangat menjaga dan menguatkan hafalan Al-Qur’an terus ditanamkan kepada para santri kelas XII melalui kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an yang dilaksanakan di lingkungan pesantren. Kegiatan ini dikhususkan bagi santri yang telah memiliki hafalan minimal dua juz sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an.

Tasmi’ Al-Qur’an menjadi salah satu agenda penting menjelang akhir masa pembelajaran santri di tingkat akhir. Dalam kegiatan ini, para peserta diminta untuk memperdengarkan hafalan mereka di hadapan pembimbing dan peserta lainnya dengan penuh kesiapan dan ketelitian.

Salah satu pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan tasmi’ ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya pesantren dalam membentuk lulusan yang memiliki bekal hafalan Al-Qur’an untuk jenjang berikutnya.

“Acara ini diharapkan mampu membuat santri menguasai minimal dua juz hafalan. Harapannya, hafalan tersebut bisa menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya,” ujarnya.

Di antara santri kelas XII yang hari ini mentasmikan hafalannya ialah Ahmad, Aznihal, Husna F., dan Husna Naimah. Keempatnya tampil dengan penuh kesungguhan dalam memperdengarkan hafalan yang telah mereka jaga selama menempuh pendidikan di pesantren.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Para santri tampak antusias dan bersungguh-sungguh memperdengarkan hafalan mereka. Tidak sedikit pula yang menjadikan momen ini sebagai sarana muhasabah atas perjuangan mereka selama menempuh proses menghafal di pesantren.

Melalui kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an ini, pesantren berharap lahir generasi santri yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu menjaga hafalan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, hafalan Al-Qur’an bukan hanya menjadi capaian akademik semata, melainkan menjadi cahaya dan bekal kehidupan di masa depan.